Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pekerjakan 29 Wanita Sebagai PSK, Perempuan Lumajang Ditangkap Polisi

 

Surabaya, Kuasarakyat.com – Unit III Renakta Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur menangkap seorang tersangka tindak pidana perdagangan orang. Yakni NS alias mami Ambar (41) warga Suko RT 03/ RW 02, Kelurahan Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang.

Korban perdagangan orang ini sebanyak 29 perempuan, 6 orang diantaranya masih dibawah umur.

Kronologi peristiwa penangkapan ini terjadi di Wisma Penantian Dusun Suko, Kecamatan Sumbersuko Lumajang pada 16 November 2021 pukul 00.30 WIB. Kegiatan itu sudah beroperasi sejak dua tahun lalu.

“Modusnya, tersangka menawarkan pekerjaan melalui akun media sosial (Facebook) kepada korban, dijanjikan akan dijadikan LC di Pulau Bali dengan gaji yang besar Rp 10 – Rp 15 juta per/bulan,” kata Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Kabid Humas Polda Jatim dalam keterangan tertulis Kamis (25/11/2021).

Janji itu membuat korban datang dari berbagai daerah karena tertarik. Mulai dari Bandung, Lampung maupun Jakarta. Sayangnya, Alih-alih mendapatkan pekerjaan, puluhan perempuan ini justru dijerumuskan menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK).

Ketika para perempuan itu tiba di Lumajang, mereka dipekerjakan di rumah Mami Ambar dengan tarif Rp 200 ribu.

Kasus ini terungkap setelah salah satu korban berhasil kabur pada 15 Nopember 2021 pukul 09.00 WIB. Korban berinisial TR melompat tembok belakang rumah mami Ambar hingga membuat sekujur tubuh mengalami luka. Saat berhasil kabur korban mengontak travel.

Korban pun pergi ke arah Surabaya dan meminta bantuan warga. Korban lantas diantar warga melapor ke Polrestabes Surabaya. Selanjutnya anggota dari polrestabes koordinasi dengan Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim.

“Setelah menerima laporan, tim bergerak cepat memburu tersangka. Tim berangkat ke Lumajang untuk melakukan penangkapan kepada Mami Ambar. Pada tanggal 15 November 2021, pukul 22.00 WIB, anggota bersama korban menuju ke rumahnya dan pada tanggal 16 November 2021, pukul 00.30 WIB, mengamankan tersangka,” tandasnya.

Tiba di lokasi anggota melakukan penggeledahan. Di dalam rumah ditemukan 29 perempuan yang dipekerjakan sebagai PSK. 23 perempuan dewasa dan 6 orang masih di bawah umur.

Dari hasil pengungkapan ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti berula uang tunai Rp.5.670.000, satu buah buku tamu, satu box kondom, 10 kondom bekas pakai, empat buah pelumas, enam lembar legalisir KK (terkait dengan anak dibawa umur) dan satu unit mobil Luxio Nopol B 1175 CYB.

Sekarang, enam PSK di bawah umur berada di Shelter PPT Propinsi Jawa Timur yang berada di lingkungan Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk menjalani perawatan dan pemulihan kesehatan.

Sedangkan 23 PSK dewasa saat ini berada di Dinas Sosial Kabupaten Kediri untuk menjalani pembinaan.

Tersangka akan dijerat Pasal 2 Jouncto Pasal 17 dan atau Pasal 12 Undang Undang RI Nomor 21 tahun 2007, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara paling singkat 3 tahun dan denda Rp 120.000.000,00 paling banyak Rp 600.000.000,00 (sebagimana dimaksud dalam Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 4 dilakukan terhadap anak, maka ancaman pidananya ditambah 1/3 (Bs)